

Market Analysis
NVIDIA Siapkan Buyback Terbesar dalam Sejarah, Siapkan Dana Rp2.700 Triliun

KONTAN.CO.ID - NVIDIA menyiapkan program pembelian kembali saham atau buyback terbesar dalam sejarah perusahaan dengan menambah otorisasi sebesar US$150 miliar atau sekitar Rp2.700 triliun.
Tambahan tersebut membuat kapasitas buyback NVIDIA yang tersedia meningkat menjadi US$235 miliar atau sekitar Rp4.230 triliun. Perusahaan memperkirakan dana tersebut akan digunakan hingga tahun fiskal 2028.
Mengutip laporan Reuters, saham NVIDIA naik lebih dari 2% setelah pengumuman tersebut pada Senin (28/9). Namun, sepanjang tahun ini hingga Jumat (25/9), saham NVIDIA baru menguat sedikit di atas 20%.
Kinerja tersebut masih sejalan dengan Nasdaq 100, tetapi tertinggal jauh dari AMD yang sahamnya telah lebih dari dua kali lipat dan Intel yang telah naik lebih dari tiga kali lipat pada periode yang sama.
Buyback NVIDIA Capai Rp4.230 Triliun
Tambahan otorisasi US$150 miliar menjadi bagian terbesar dari program buyback NVIDIA yang pernah diumumkan perusahaan.
Dengan tambahan tersebut, NVIDIA kini memiliki kapasitas buyback sebesar US$235 miliar atau setara Rp4.230 triliun.
Sebagai perbandingan, Apple sebelumnya menyetujui program buyback sebesar US$110 miliar pada 2024. Dengan demikian, tambahan otorisasi NVIDIA kali ini lebih besar dibandingkan keseluruhan otorisasi buyback Apple tersebut.
Sebagai pengingat, NVIDIA sebelumnya mengumumkan buyback sebesar US$80 miliar pada Mei.
Perusahaan mengakhiri kuartal yang berakhir Juli dengan kas dan setara kas sebesar US$22,44 miliar.
Pakai Arus Kas untuk Buyback
Program buyback tersebut dilakukan ketika NVIDIA menghasilkan arus kas besar dari tingginya permintaan terhadap prosesor AI.
CEO NVIDIA Jensen Huang mengatakan perusahaan memiliki kemampuan untuk tetap berinvestasi pada teknologi sekaligus mengembalikan modal kepada pemegang saham.
"Arus kas kami memberi kami kapasitas untuk berinvestasi pada teknologi yang mendorong transformasi ini dan mengembalikan modal kepada pemegang saham," kata Huang dalam pernyataan perusahaan.
Analis Emarketer Jacob Bourne menilai keputusan tersebut menunjukkan keyakinan NVIDIA bahwa permintaan terhadap perangkat keras dan layanan AI masih memiliki prospek yang kuat.
Menurutnya, NVIDIA saat ini memiliki kemampuan menghasilkan kas yang cukup besar untuk terus melakukan investasi sekaligus mengembalikan modal kepada pemegang saham.
Cara NVIDIA Kembalikan Modal
Analis teknologi Quilter Cheviot Ben Barringer mengatakan langkah NVIDIA mengingatkan pada strategi Apple ketika perusahaan menggunakan buyback untuk menopang saham di tengah perlambatan pertumbuhan dan tekanan terhadap valuasi.
Besarnya program terbaru NVIDIA juga menunjukkan skala dana yang dapat dialokasikan perusahaan untuk buyback.
Tambahan US$150 miliar tersebut bahkan lebih besar dibandingkan kapitalisasi pasar sekitar 84% perusahaan yang tergabung dalam S&P 500, berdasarkan data LSEG.
Buyback jumbo NVIDIA datang ketika investor mulai memperhatikan valuasi dan prospek pertumbuhan perusahaan.
Data LSEG menunjukkan saham NVIDIA diperdagangkan sekitar 16,5 kali estimasi laba 12 bulan ke depan. Angka tersebut menjadi yang terendah sejak Januari 2015 dan jauh di bawah rata-rata 15 tahun yang mencapai sekitar 30 kali.
NVIDIA sendiri masih mempertahankan prospek pertumbuhan yang tinggi. Bulan lalu, perusahaan memperkirakan pendapatan tahun fiskal 2028 dapat tumbuh sekitar 70%.

