

Market Analysis
Harga Emas Stabil di US$ 4.123 Selasa (29/9), Ekspektasi Bunga The Fed Jadi Beban

KONTAN.CO.ID - Harga emas cenderung stabil pada perdagangan Selasa (29/9/2026), tetapi masih bertahan di dekat level terendah dalam lebih dari tujuh pekan.
Investor mencermati potensi suku bunga The Federal Reserve (The Fed) bertahan lebih tinggi dalam waktu lebih lama serta menunggu sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS).
Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot relatif datar di US$ 4.123,29 per ons troi pada pukul 00.38 GMT. Harga emas sebelumnya menyentuh level terendah sejak 5 Agustus pada perdagangan Senin.
Sementara itu, harga emas berjangka AS turun 0,3% menjadi US$ 4.155,50 per ons troi.
Tekanan terhadap emas terutama berasal dari ekspektasi kebijakan moneter AS yang lebih ketat.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober mencapai 70,3%.
Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan harga emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil.
Ketika tingkat suku bunga dan imbal hasil aset berbasis dolar meningkat, investor memiliki lebih banyak alternatif aset yang menghasilkan pendapatan.
Harga minyak ikut jadi perhatian
Investor juga mencermati perkembangan harga minyak mentah yang kembali naik untuk sesi kedua berturut-turut di tengah kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah.
Kenaikan harga minyak dapat meningkatkan tekanan inflasi karena mendorong biaya produksi dan transportasi di berbagai sektor ekonomi.
Kondisi tersebut berpotensi membuat bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi untuk menjaga tekanan harga tetap terkendali.
Gubernur The Fed Lisa Cook mengatakan, dirinya memperkirakan tekanan inflasi akan berlanjut dalam beberapa bulan mendatang, antara lain akibat permintaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI) dan kenaikan harga minyak.
Namun, Cook tidak menyatakan bahwa kondisi tersebut secara langsung akan membutuhkan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Di sisi lain, perkembangan geopolitik masih menjadi perhatian pasar. Pejabat AS dan Iran secara terpisah melakukan pembicaraan dengan mediator dalam upaya baru untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama tujuh bulan.
Data ekonomi AS dinanti
Fokus investor selanjutnya tertuju pada sejumlah data ekonomi AS yang akan dirilis sepanjang pekan ini.
Data tersebut mencakup jumlah lowongan pekerjaan, laporan ketenagakerjaan ADP, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE), serta data nonfarm payrolls.
Rangkaian data tersebut akan menjadi petunjuk bagi pasar dalam memperkirakan arah kebijakan moneter The Fed berikutnya, terutama setelah ekspektasi terhadap suku bunga AS kembali meningkat.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,3% menjadi US$ 60,76 per ons troi. Harga platinum relatif stabil di US$ 1.717,70 per ons troi, sedangkan palladium tidak berubah di US$ 1.214,75 per ons troi.
Sementara itu, London Bullion Market Association (LBMA) akan menghadapi persidangan di Pengadilan Tinggi London mulai 7 Oktober terkait gugatan yang menuduh organisasi tersebut memiliki kewajiban perlindungan terhadap dua penambang rakyat Tanzania yang diduga tewas di tambang emas North Mara pada 2019.

