

Market Analysis
Harga Emas Dunia Menguat, Sentimen Geopolitik Jadi Katalis

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dunia melanjutkan penguatan pada perdagangan ini, seiring meningkatnya harapan meredanya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran setelah Partai Demokrat memenangkan pemilu sela di AS.
Mengutip Bloomberg, Kamis (5/11/2026) pukul 15.00 WIB, harga emas spot berada di US$ 4.123,41 per ons troi atau menguat 1,54% dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sebelumnya, pada 30 Oktober 2026, harga emas sempat menyentuh level terendah dalam beberapa bulan di US$ 3.874,62 per ons troi.
Analis mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela AS berpotensi membatasi ruang gerak Presiden Donald Trump dalam mengambil kebijakan, termasuk terkait konflik dengan Iran.
"Kekalahan Partai Republik ini akan membatasi kekuasaan Donald Trump sebagai presiden. Ini kemungkinan besar akan membuat Presiden Trump sedikit lebih berhati-hati dalam melakukan penyerangan terhadap Selat Hormuz di Timur Tengah," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).
Selain itu, harga emas juga mendapat dukungan dari penurunan yield obligasi pemerintah AS dan pelemahan dolar AS. Kondisi tersebut meningkatkan daya tarik emas sebagai aset investasi karena emas tidak memberikan imbal hasil.
Ibrahim bilang, ketegangan geopolitik lainnya, termasuk konflik di Eropa Timur dan Semenanjung Korea, juga berpotensi menopang permintaan terhadap aset safe haven tersebut.
"Konflik di Eropa Timur, kemudian konflik di Semenanjung Korea, kemungkinan besar ini yang akan mengangkat harga emas dunia kembali mengalami kenaikan," jelasnya.
Dengan berbagai sentimen tersebut, Ibrahim memperkirakan, harga emas dunia masih berpeluang melanjutkan penguatan sepanjang November 2026. Ia memproyeksikan harga emas berpotensi mencapai US$ 4.600 per ons troi.
Kenaikan harga emas dunia ini juga berpotensi mendorong harga logam mulia di dalam negeri, sehingga investor yang telah mengoleksi emas berpeluang menikmati keuntungan hingga tahun depan.

