English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Bursa Australia Melonjak 1,8%, Tertinggi Sejak Juni Usai Demokrat Menang Pemilu AS

KONTAN · 1 Views

KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia menguat tajam pada perdagangan Kamis (5/11/2026), seiring reli pasar saham global setelah kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS).

Hasil pemilu tersebut meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko dan meredakan kekhawatiran terhadap ketidakpastian kebijakan AS.

Melansir Reuters, Indeks S&P/ASX 200 naik 1,8% menjadi 8.991,30 pada pukul 01.02 GMT. Penguatan tersebut menempatkan indeks di jalur kenaikan harian terbesar sejak 12 Juni 2026. Pada perdagangan sebelumnya, Rabu (4/11/2026), indeks tersebut justru ditutup melemah 0,6%.

Penguatan terjadi secara luas dengan sembilan dari 12 sektor mencatatkan kenaikan. Investor merespons kemenangan Demokrat yang menguasai kedua kamar Kongres AS, yakni Senat dan DPR, dengan harapan kondisi tersebut dapat mengurangi ketidakpastian kebijakan.

Hasil pemilu AS juga memunculkan harapan bahwa pergeseran kekuasaan dari Partai Republik dapat mempercepat upaya mengakhiri konflik AS-Israel dengan Iran. Sentimen tersebut turut menekan harga minyak dunia hingga lebih dari 8%.

Saham-saham pertambangan di Australia melonjak 6,1% dan berpotensi mencatatkan kinerja harian terbaik sejak awal April 2025. Penguatan tersebut didorong oleh rebound harga tembaga dan bijih besi di pasar global.

Saham Rio Tinto dan BHP masing-masing naik lebih dari 4%. Sementara itu, saham-saham perusahaan tambang emas melonjak lebih dari 9%, mengikuti kenaikan harga emas dunia yang didukung pelemahan dolar AS.

Sektor teknologi juga mencatatkan penguatan signifikan sebesar 8,2%. Kenaikan terutama ditopang saham operator pusat data NextDC yang melonjak lebih dari 40%.

Lonjakan saham NextDC terjadi setelah perusahaan menyebut akumulasi kepemilikan saham oleh entitas yang terkait dengan Goodman Group dan Digital Realty sebagai langkah oportunistis. NextDC juga menyatakan belum menerima proposal pengambilalihan atau akuisisi.

Penurunan harga minyak turut memberikan sentimen positif bagi saham maskapai penerbangan. Saham Qantas Airways dan Virgin Australia masing-masing menguat lebih dari 4% karena prospek penurunan biaya bahan bakar.

Namun, tidak seluruh sektor bergerak positif. Saham sektor energi terkoreksi lebih dari 5%, sedangkan sektor keuangan melemah sekitar 1%.

Saham National Australia Bank (NAB) menjadi salah satu pemberat utama pasar setelah anjlok hingga 7,9%. Penurunan tersebut terjadi setelah bank itu melaporkan penurunan laba tunai tahunan yang lebih besar dari perkiraan akibat peningkatan biaya penurunan nilai kredit dan beban operasional.

Di luar sektor-sektor tersebut, saham konsumer primer, konsumer nonprimer, properti, dan kesehatan masing-masing menguat dalam kisaran 2,1% hingga 2,9%.

Sementara itu, indeks acuan Selandia Baru S&P/NZX 50 naik 1,9% menjadi 14.048,39. Indeks tersebut mencapai level tertinggi sejak akhir Agustus 2026.