English
English
Tiếng Việt
ภาษาไทย
繁體中文
한국어
Bahasa Indonesia
Español
Português
zu-ZA
0

Market Analysis

Rekomendasi Forex Dolar AS 15 Agustus 2025 : Dibayangi Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Fed; Cermati Data Ekonomi
Vibiznews · 11.8K Views

(Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS berakhir naik pada hari Kamis setelah data indeks harga produsen AS yang meningkat memicu penurunan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dalam beberapa bulan mendatang.
Indeks dolar AS ditutup naik 049% pada 98,19.

Selain itu, kenaikan dolar AS terdukung pernyataan Presiden The Fed San Francisco, Mary Daly, dan Presiden The Fed St. Louis, Alberto Musalem, yang keduanya menolak gagasan penurunan suku bunga sebesar -50 basis poin (bps) pada pertemuan FOMC bulan September.
Selisih suku bunga dolar membaik dengan imbal hasil obligasi pemerintah (T-note) 10 tahun naik +5 basis poin dan imbal hasil obligasi pemerintah (T-note) 2 tahun naik +6 basis poin.

Data inflasi harga produsen (IHP) hari Kamis jauh lebih kuat dari ekspektasi pasar. Laporan IHP menunjukkan bahwa pasar mungkin terlalu optimis terhadap laporan IHK hari Selasa dan bahwa perusahaan-perusahaan menerapkan tarif pada tingkat grosir dengan kecepatan yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Laporan PPI permintaan akhir AS bulan Juli sebesar +0,9% m/m dan +3,3% y/y jauh lebih kuat daripada ekspektasi pasar sebesar +0,2% m/m dan +2,5% y/y. Laporan PPI permintaan akhir inti AS bulan Juli sebesar +0,9% m/m dan +3,7% y/y jauh lebih kuat daripada ekspektasi pasar sebesar +0,2% m/m dan +3,0% y/y.

Pasar mengurangi ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed setelah laporan PPI pada hari Kamis. Pasar tidak lagi mengabaikan kemungkinan penurunan suku bunga -50 bp pada pertemuan bulan September dan sekarang memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 93%.

Setelah Menteri Keuangan Bessent memberikan saran suku bunga kepada The Fed pada hari Rabu, pasar untuk sementara memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar -50 bp sebesar 11% pada pertemuan bulan September. Namun demikian, peluang penurunan suku bunga sebesar -25 bp sebesar 93% saat ini pada bulan September masih jauh lebih dovish dibandingkan peluang 40% yang diperkirakan sebelum berita laporan penggajian bulan Juli yang lemah pada 1 Agustus dan laporan IHK yang sesuai ekspektasi Selasa lalu.

Klaim pengangguran awal mingguan AS turun sebesar -3.000 menjadi 224.000, mendekati ekspektasi penurunan tipis menjadi 225.000. Klaim berkelanjutan mingguan AS turun sebesar -15.000 menjadi 1,953 juta, menunjukkan pasar tenaga kerja yang sedikit lebih kuat dibandingkan ekspektasi penurunan menjadi 1,967 juta.

Presiden The Fed San Francisco, Mary Daly, mengatakan bahwa ia tidak mendukung pemotongan suku bunga sebesar -50 basis poin pada pertemuan bulan September, dengan mengatakan bahwa hal itu “akan mengirimkan sinyal urgensi bahwa saya tidak merasa khawatir dengan kekuatan pasar tenaga kerja.” Daly mengatakan ia masih mendukung dua kali pemotongan suku bunga tahun ini, tetapi tiga kali pemotongan mungkin diperlukan “jika kita melihat lebih banyak tanda-tanda bahwa pasar tenaga kerja lebih genting.”

Presiden The Fed St. Louis, Alberto Musalem, mengatakan bahwa pemotongan suku bunga sebesar -50 basis poin pada pertemuan bulan September menurutnya “tidak didukung oleh kondisi ekonomi saat ini dan prospek ekonomi”. Ia mengatakan masih terlalu dini baginya untuk membuat keputusan tentang pemotongan suku bunga pada pertemuan bulan September.

Pasar sedang menunggu pertemuan puncak Trump-Putin di Alaska pada hari Jumat ini untuk melihat kemajuan dalam mengakhiri perang Rusia-Ukraina. Presiden Trump pada hari Senin mengecilkan ekspektasi akan adanya terobosan, dengan mengatakan bahwa pertemuan puncak tersebut adalah “pertemuan untuk saling mendengarkan” guna mengakhiri perang di Ukraina. Selain itu, komentar terbaru dari Presiden Ukraina Zelenskiy meredupkan harapan akan berakhirnya perang dengan cepat ketika ia menolak pembicaraan tentang Ukraina yang menyerahkan wilayahnya kepada Rusia.

Harga berjangka dana federal memperkirakan peluang penurunan suku bunga -25 bp sebesar 93% pada pertemuan FOMC 16-17 September dan sebesar 53% untuk penurunan suku bunga -25 bp kedua pada pertemuan berikutnya pada 28-29 Oktober.

Malam nanti akan dirilis data Retail Sales Juli AS yang diindikasikan menurun. Juga akan dirilis data Michigan Consumer Sentiment Agustus yang diindikasikan naik.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS masih terbebani menguatnya probabilitas penurunan suku bunga AS. Jika malam nanti data ekonomi AS terealisir turun, akan menekan indeks dolar AS. Sebaliknya jika data ekonomi AS terealisir naik, akan menguatkan indeks dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 97,77-97,36. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 98,46-98,74.

Need Help?
Click Here