English
English
Tiếng Việt
ภาษาไทย
繁體中文
한국어
Bahasa Indonesia
Español
Português
zu-ZA
0

Market Analysis

Mau Trading FTSE100? Perhatikan Dasar. Risiko dan Alasannya!
Beladdina Annisa · 71.8K Views

Banyak trader yang familiar dengan indeks saham seperti Dow Jones, S&P500, atau Nasdaq. Tapi, bagaimana dengan FTSE100? Buat Anda yang ingin memperluas portofolio trading di pasar indeks global, FTSE100 bisa jadi pilihan menarik yang menawarkan peluang sekaligus tantangan. 

Indeks yang satu ini mewakili 100 perusahaan terbesar di Bursa Saham London, jadi fluktuasinya dipengaruhi banyak faktor ekonomi Inggris maupun global. Di artikel ini, kita akan membahas secara santai tapi mendalam tentang apa itu FTSE100, bagaimana dasar-dasar trading-nya, alasan kenapa banyak trader memilihnya, serta berbagai risiko yang perlu Anda waspadai.

Apa itu FTSE100?

FTSE100, atau sering disebut "Footsie", merupakan indeks saham yang berisi 100 perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar yang terdaftar di London Stock Exchange (LSE). 

Indeks ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1984 oleh Financial Times dan London Stock Exchange, sehingga dinamakan FTSE (Financial Times Stock Exchange) 100.

Indeks FTSE100 mencerminkan kinerja perusahaan-perusahaan besar Inggris yang memiliki pengaruh global, mulai dari sektor perbankan, energi, farmasi, hingga barang konsumsi. 

Beberapa nama besar yang sering masuk dalam indeks ini antara lain BP, HSBC, Unilever, GlaxoSmithKline, dan AstraZeneca.

Sebagai salah satu indeks saham utama dunia, pergerakan FTSE100 sering menjadi barometer kesehatan ekonomi Inggris dan bahkan perekonomian Eropa secara lebih luas.

Memahami Dasar Trading FTSE100

image.png

Agar lebih siap menghadapi pasar, penting untuk memahami dulu bagaimana dasar-dasar trading FTSE100 bekerja.

1. Cara Trading FTSE100

FTSE100 bisa diperdagangkan melalui beberapa instrumen:

  • Contracts for Difference (CFD)

  • Futures (Kontrak Berjangka)

  • Exchange Traded Funds (ETF)

  • Options

Mayoritas trader ritel biasanya memilih CFD karena modal yang diperlukan relatif kecil dan adanya fasilitas leverage.

2. Jam Perdagangan

Pasar FTSE100 mengikuti jam buka London Stock Exchange, yakni pukul 08.00 sampai 16.30 waktu London. Namun, untuk instrumen CFD, biasanya broker menyediakan akses trading hampir 24 jam sesuai jam pasar derivatif global.

3. Leverage

Leverage dalam trading FTSE100 bervariasi tergantung broker dan regulasi. Misalnya, di bawah regulasi Eropa (ESMA), leverage maksimum untuk indeks utama seperti FTSE100 biasanya 1:20. Namun, di beberapa broker internasional bisa lebih besar.

4. Faktor Penggerak Harga

Harga FTSE100 dipengaruhi banyak faktor:

  • Kinerja Perusahaan: Laporan laba rugi, dividen, hingga merger & akuisisi.

  • Data Ekonomi Inggris: Inflasi, Rilis data NFP, GDP, data manufaktur.

  • Kebijakan Bank of England (BoE): Suku bunga dan kebijakan moneter.

  • Pergerakan Mata Uang GBP: Karena banyak perusahaan FTSE100 memiliki pendapatan luar negeri, penguatan atau pelemahan GBP bisa mempengaruhi laba mereka.

  • Sentimen Global: Konflik geopolitik, kondisi pasar AS, dan ekonomi global.

5. Spread dan Komisi

image.png

Spread untuk FTSE100 biasanya cukup ketat di broker besar, seringkali hanya beberapa poin. Biaya trading juga dipengaruhi komisi dan overnight swap bagi yang menahan posisi lebih dari satu hari.

6. Likuiditas Tinggi

Sebagai indeks utama dunia, FTSE100 memiliki likuiditas yang sangat tinggi. Ini berarti eksekusi order lebih cepat dan slippage cenderung minimal, terutama di jam perdagangan aktif.

Alasan Trading FTSE100

Lalu, apa saja alasan yang membuat FTSE100 cukup diminati trader?

1. Diversifikasi Portofolio Global

FTSE100 memungkinkan trader berpartisipasi di pasar saham Eropa tanpa harus membeli saham individual. Ini cocok untuk diversifikasi dari indeks AS atau Bursa Saham Asia.

2. Stabilitas Perusahaan Blue Chip

Karena berisi perusahaan besar, FTSE100 relatif lebih stabil dibandingkan indeks dengan perusahaan berkapitalisasi kecil. Risiko volatilitas mendadak lebih rendah dibanding indeks emerging market.

3. Paparan Global dalam Satu Instrumen

Sekitar 70% pendapatan perusahaan FTSE100 berasal dari luar Inggris. Jadi meskipun berbasis di London, kinerja indeks ini juga mencerminkan kondisi ekonomi global.

4. Akses Mudah Melalui CFD

Sekarang banyak broker menyediakan akses CFD untuk FTSE100 dengan modal minimum, spread ketat, leverage fleksibel, bahkan fitur copy trading bagi pemula.

5. Kombinasi Analisis Teknikal & Fundamental

FTSE100 sangat cocok diperdagangkan dengan pendekatan gabungan antara analisis fundamental makroekonomi dan analisis teknikal chart price action.

6. Volatilitas Cukup Seimbang

FTSE100 memiliki volatilitas menengah. Tidak terlalu liar seperti indeks kecil, tapi tetap cukup aktif untuk menciptakan peluang trading harian.

7. Indikator Ekonomi Inggris

Bagi trader yang suka memanfaatkan rilis data ekonomi seperti CPI, PMI, atau keputusan suku bunga, FTSE100 bisa menjadi instrumen yang sangat menarik.

8. Banyak Strategi Bisa Diterapkan

Anda bisa trading FTSE100 dengan berbagai strategi:

  • Strategi Scalping

  • Intraday trading

  • Swing trading

  • Position trading berbasis outlook jangka panjang

Risiko Trading FTSE100

Meski banyak peluang, trading FTSE100 tetap menyimpan risiko yang perlu diperhatikan.

1. Fluktuasi Ekonomi Inggris & Global

Sebagian besar anggota FTSE100 sangat bergantung pada kondisi perekonomian global. Krisis finansial, ketegangan dagang, atau krisis geopolitik bisa membuat indeks ini berfluktuasi drastis.

2. Risiko Mata Uang GBP

Pergerakan GBP yang tajam akibat ketidakpastian Brexit atau keputusan BoE dapat mempengaruhi pendapatan perusahaan multinasional yang ada di FTSE100.

3. Volatilitas Sesaat Karena Berita

Rilis data ekonomi atau pernyataan pejabat bank sentral bisa memicu lonjakan volatilitas sesaat. Jika tidak punya strategi manajemen risiko yang matang, trader mudah terkena stop loss.

4. Leverage Memperbesar Risiko

Leverage memang bisa memperbesar potensi profit, tapi juga memperbesar kerugian. Jika salah posisi dan market berbalik arah, margin call dapat terjadi dengan cepat.

5. Overnight Gap

Karena indeks ini tetap dipengaruhi oleh berita luar jam perdagangan, sering terjadi gap harga saat pembukaan pasar keesokan harinya.

6. Keterbatasan Informasi Untuk Retail Trader

Sebagian trader ritel sulit mendapatkan analisis mendalam terhadap fundamental 100 perusahaan sekaligus, sehingga lebih banyak mengandalkan analisis makroekonomi saja.

7. Psikologi Trading

FTSE100 tetap menuntut kedisiplinan psikologis. Overtrading, balas dendam trading, atau euforia saat menang bisa berujung pada pengambilan keputusan buruk.

FTSE100 bisa menjadi pilihan menarik untuk trader yang ingin mengeksplorasi pasar indeks global, khususnya kawasan Eropa. Dengan pemahaman dasar yang baik, strategi yang tepat, serta manajemen risiko yang disiplin, potensi profit di FTSE100 cukup menjanjikan.

Namun seperti instrumen lain, FTSE100 tetap mengandung risiko yang tidak boleh diabaikan. Pastikan Anda selalu mengikuti perkembangan ekonomi Inggris dan global, memperhatikan rilis data penting, serta menjaga psikologi trading tetap stabil agar tetap survive di pasar.

Mulailah trading sekarang di Dupoin #One-Stop Trading Platform! Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!

 

Need Help?
Click Here