English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Wall Street Cetak Rekor Setelah Rilis Data Inflasi AS Bulan November

Vibiznews · 41.9K Views

(Vibiznews – Index) – Perdagangan saham di Wall Street pulih kembali setelah sebelumnya alami aksi ambil untung yang cukup besar, namun diakhir sesi Kamis dinihari (12/12/2024) hanya Nasdaq yang cetak rekor penutupan tertinggi baru.

Indeks Nasdaq yang  sarat saham berakhir diatas 20.000 untuk pertama kalinya, sebaliknya Dow Jones masih tertekan oleh anjloknya saham UnitedHealth.

Indeks Nasdaq melonjak 1,8% ke rekor penutupan di 20.034,89,  S&P 500 naik 0,8% menjadi 6.084,19 dan  Dow Jones ditutup turun  0,2% pada 44.148,56.

Mayoritas indeks Wall Street mendapat kekuatan setelah rilis data  inflasi harga konsumen AS bulan November yang  naik 0,3% setelah naik  0,2% selama 4 bulan berturut-turut.

Lihat: Tingkat Inflasi AS Bulan November Naik Sesuai Ekspektasi

Dengan data yang sesuai dengan ekspektasi, laporan tersebut telah meningkatkan keyakinan bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga seperempat poin lagi minggu depan.

Secara sektoral saham emas mengalami penguatan besar di tengah kenaikan tajam harga logam mulia, mendorong NYSE Arca Gold Bugs Index naik 3,9%.

Penguatan signifikan juga muncul di antara saham maskapai penerbangan, dengan NYSE Arca Airline Index melonjak  3,7%.

Penopang Nasdaq yaitu saham semikonduktor, jaringan, dan perangkat lunak juga mengalami penguatan yang cukup besar.