English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Rekomendasi Harga Minyak 30 Oktober 2026 : Dapat Terangkat Konflik Timur Tengah; Dapat Tertekan Harapan Negosiasi AS-Iran

Vibiznews · 1 Views

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah ditutup turun pada hari Kamis, 29 Oktober 2026, terpicu harapan negosiasi damai antara AS dan Iran meredam kekhawatiran gangguan pasokan, meski risiko serangan AS setelah pemilu sela dan serangan Houthi masih membatasi penurunan.

Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup turun 44 sen atau 0,38% pada $114,88 per barel.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS ditutup turun 78 sen atau 0,76% pada $102 per barel.

Kedua patokan sempat turun lebih dari $2 per barel di tengah sesi, menghapus sebagian kenaikan Rabu sebesar 1,3% untuk Brent dan 3% untuk WTI. Harga minyak tertekan oleh upaya diplomatik baru untuk meredakan konflik di Timur Tengah. Wakil Presiden AS JD Vance dilaporkan mengirim surat kepada Kepala Dewan Keamanan Iran Mohsen Rezaei untuk menghidupkan kembali negosiasi. Namun seorang pejabat senior Iran menolak draf kesepakatan baru dari mediator Qatar dan menyebutnya ide yang tidak dapat diterima.

Penurunan juga tertahan oleh risiko pasokan. Serangan Houthi terus berlanjut meski ada harapan negosiasi, sementara muncul kemungkinan aksi militer AS setelah pemilu 3 November. Wall Street Journal melaporkan AS meminta beberapa negara Teluk bersiap menghadapi kampanye militer singkat dan intens terhadap Iran. Trump belum memutuskan. Sinyal dari Rusia soal pasokan diesel yang dijanjikan kepada AS juga masih bercampur sehingga membantu menopang harga. Persediaan minyak mentah AS turun 1,9 juta barel pekan lalu, penurunan mingguan keempat berturut-turut.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak berpotensi bergerak volatil dalam kisaran lebar menjelang akhir pekan dan pemilu sela AS. Harapan diplomasi menahan kenaikan, tetapi penolakan Iran terhadap draf Qatar dan risiko serangan AS membuat pelaku pasar enggan melepas premi risiko. Jika ada konfirmasi serangan terhadap fasilitas energi Saudi atau sinyal kegagalan dialog, harga bisa kembali menguji $117 untuk Brent. Sebaliknya, kemajuan negosiasi bisa memicu koreksi lebih dalam.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS (kontrak Desember) diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $100,20-$98,60. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $103,80-$105,20.

Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $113,00-$111,40. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $116,60-$118,50.