

Market Analysis
GBPUSD Berpotensi Bearish Efek Dominasi USD dan Tekanan Ekonomi Inggris

GBP/USD

Analisa Teknikal
Trend : Bearish I Time Frame : H4
Pada timeframe H4, pasangan GBP/USD menunjukkan potensi pelemahan harga setelah gagal menembus area resistance di level 1.35275 hingga 1.35537, yang kini menjadi swing high terbaru. Selain itu, harga juga telah menembus Moving Average 21 dan 34 yang berfungsi sebagai dynamic support, sehingga memperkuat konfirmasi tekanan bearish. Secara struktur, pergerakan harga saat ini juga membentuk pola ABC correction, yang mengindikasikan potensi kelanjutan penurunan menuju support terdekat di level 1.34807, dengan target berikutnya di level 1.34529.
Analisa Fundamental
Secara fundamental, tekanan terhadap GBP/USD dapat dipicu oleh penguatan dolar AS, terutama jika data ekonomi Amerika Serikat masih menunjukkan kinerja yang solid. Hal ini meningkatkan kepercayaan pasar terhadap USD.
Selain itu, kebijakan moneter dari Federal Reserve yang masih cenderung mempertahankan suku bunga tinggi juga menjadi faktor utama yang mendukung penguatan dolar. Tingkat suku bunga yang tinggi membuat aset berbasis USD tetap
menarik bagi investor global.
Di sisi lain, Bank of England menghadapi tekanan dari perlambatan ekonomi di Inggris. Jika data ekonomi melemah atau inflasi mulai turun, maka ekspektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan dapat meningkat, sehingga melemahkan
poundsterling.
Faktor tambahan seperti sentimen pasar yang cenderung risk-off juga dapat meningkatkan permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven, yang semakin menekan GBP/USD.
XAUUSD / GOLD

Analisa Teknikal
Trend : Bearish I Time Frame : H1
Pada timeframe H1, pasangan XAU/USD masih berada dalam tren bearish dan berpotensi melanjutkan penurunan harga. Hal ini terlihat dari struktur pergerakan yang masih didominasi tekanan jual, dengan target menuju area support terdekat di level 4574 dan support lanjutan di level 4554. Selain itu, terbentuknya bearish divergence juga menjadi konfirmasi tambahan yang memperkuat potensi penurunan harga dalam jangka pendek.
Analisa Fundamental
Secara fundamental, tekanan terhadap emas masih dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang berkelanjutan. Ketika dolar menguat, harga emas cenderung melemah karena menjadi lebih mahal bagi investor global.
Selain itu, kebijakan moneter dari Federal Reserve yang masih mempertahankan suku bunga tinggi menjadi faktor utama. Suku bunga tinggi meningkatkan daya tarik aset berbasis yield seperti obligasi dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Kenaikan atau bertahannya yield obligasi pemerintah AS di level tinggi juga memperbesar opportunity cost dalam memegang emas, sehingga mendorong investor untuk beralih ke instrumen dengan imbal hasil lebih tinggi.
Di sisi lain, sentimen pasar yang cenderung stabil atau risk-on mengurangi permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven, yang semakin menekan harga.
EUR/USD

Analisa Teknikal
Trend : Bullish I Time Frame : H
Pada timeframe H1, pasangan EUR/USD telah menyelesaikan fase secondary trend dan saat ini menunjukkan potensi pembentukan swing low yang valid. Kondisi ini diperkuat oleh indikator stochastic yang telah keluar dari area oversold (jenuh jual), sehingga mengindikasikan adanya peluang pembalikan arah ke atas. Dengan demikian, harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance terdekat di level 1.17197, dengan target berikutnya di level 1.17330 sebagai awal pembentukan primary trend baru.
Analisa Fundamental
Secara fundamental, potensi kenaikan EUR/USD dalam jangka pendek dapat dipicu oleh pelemahan sementara dolar AS, terutama akibat aksi profit taking setelah penguatan sebelumnya. Kondisi ini sering membuka ruang bagi euro untuk melakukan rebound.
Selain itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan dari Federal Reserve yang mulai cenderung lebih hati-hati atau dovish juga dapat menekan dolar. Jika pasar melihat peluang penurunan suku bunga atau perlambatan ekonomi AS, maka tekanan terhadap USD akan meningkat.
Di sisi lain, European Central Bank masih berpotensi mempertahankan kebijakan yang relatif stabil, sehingga memberikan dukungan bagi euro, terutama jika tidak ada tekanan besar dari sisi ekonomi kawasan Eropa.
Sentimen pasar yang mulai beralih ke risk-on juga dapat mengurangi permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven, sehingga mendorong penguatan EUR/USD.
Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!
DISCLAIMER ON
Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.
KEBIJAKAN PRIVASI
PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.
PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN
Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.

