English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Perang Tarif AS-Cina Mulai Mereda, Apa Dampaknya untuk Investor?

Luqman Haqeem · 728.6K Views

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent mengatakan bahwa perang tarif AS-Tiongkok "tidak akan berkelanjutan" dan kemungkinan akan "mereda." Pernyataan Bessent ini memicu reli di bursa saham karena prospek kesepakatan yang positif dapat mengakhiri perang dagang. Bessent memang mengatakan kedua negara ini belum mulai bernegosiasi, tetapi kesepakatan mungkin terjadi.

Dalam beberapa bulan terakhir, AS dan Cina telah saling balas meningkatkan tarif impornya sebagai bagian dari perang dagang. AS mengenakan tarif setinggi 245% pada produk-produk tertentu Cina.

Tekanan dan peringatan datang dari pelaku bisnis dan pasar tentang dampak yang luas dari hambatan perdagangan baru antara dua actor ekonomi terbesar di dunia ini. Misalnya, konsumen Amerika Serikat dapat menghadapi harga yang lebih tinggi dan kekurangan pada produk-produk tertentu.

Dampak Langsung ke Pasar Saham

Paska pernyataan Bessent ini, bursa saham menguat pada dimana indek saham S&P 500 naik hampir 2,5%. Sebelumnya, bursa saham telah terpukul di tengah kampanye tarif Trump yang tidak menentu, karena ia telah mengumumkan, mencabut, dan memodifikasi berbagai tarif sejak pelantikannya.

Para investor dan pelaku bisnis telah berebut untuk menebak tarif mana yang merupakan hambatan permanen yang dimaksudkan untuk melindungi industri AS, dan mana yang merupakan daya ungkit untuk negosiasi yang pada akhirnya mengarah pada kesepakatan perdagangan bebas.

Masih di hari Selasa sore, Trump akhirnya menyatakan secara terbuka bahwa ia juga mengira kesepakatan dengan Cina bisa tercapai. Presiden AS mengatakan bahwa tarif akhir dengan China akan turun "secara substansial" dari 145 persen saat ini.

Sehari sebelumnya, Cina telah memperingatkan negara-negara lain agar tidak membuat kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat yang dapat berdampak negatif pada Cina.

"Cina dengan tegas menentang pihak mana pun yang mencapai kesepakatan dengan mengorbankan kepentingan Cina," kata Kementerian Perdagangan Tiongkok.

Ketidakpastian atas tarif di pasar keuangan juga telah diperkuat oleh Trump yang meminta Federal Reserve untuk memangkas suku bunga acuannya, dimana presiden mengatakan ia dapat memecat Ketua Fed Jerome Powell jika ia ingin melakukannya.

Trump kemudian mengatakan bahwa ia ingin Powell “datang lebih awal” dalam menurunkan suku bunga dan bahwa ia tidak berniat memecat ketua Fed, meskipun sebelumnya ia mengisyaratkan akan melakukannya.

Penjelasan ini membuat bursa saham di Wall Street menguat kembali dalam perdagangan di hari Rabu. Ketiga indek bursa saham utama AS memang memangkas sebagian kenaikan pada akhir perdagangan. Namun demikian, setidaknya mereka berhasil mengumpulkan momentum de-eskalasi perang tarif AS – Cina ini.

Dow Jones berakhir naik 419,59 poin, atau 1,07%, menjadi 39.606,57, S&P 500 naik 88,10 poin, atau 1,67%, menjadi 5.375,86 dan Nasdaq naik 407,63 poin, atau 2,50%, menjadi 16.708,05.

Efek Domino ke Harga Emas

Sementara itu, harga emas tertekan namun kemudian berusaha naik kembali. Aksi beli kembali dilakukan oleh para investor saat harga sedang turun setelah mencapai titik terendah dalam satu minggu di sesi perdagangan sebelumnya.

Harga emas naik 1,1% menjadi $3.324,27 per ons, pada pukul 07:20 WIB. Harga emas batangan turun di bawah level $3.300 per ons pada hari Rabu dan mencapai level terendah sejak 16 April. Emas di bursa berjangka AS naik 1,3% menjadi $3.335,60.

image.png

Rebound atau Lanjut Turun?

Secara teknis, harga emas pada kisaran 3.330 masih dalam tekanan koreksi. Indikasi penurunan masih terjaga. Dalam jangka pendek, (intraday) ada upaya untuk menembus ke 3310 hingga ke 3300. Penerobosan di level ini, membuka peluang jual untuk target jangka menengah di 3.270 hingga 3.250 kembali.

Sebaliknya, upaya rebound emas adalah untuk kembali menerobos level 3.350 hingga ke 3.380 dalam jangka pendek, sebagai area retracement 50%. Dalam jangka Panjang, kembalinya sentiment bullish akan membuat harga emas berusaha menembus kembali level 3.400 – 3.410 sebagai area resisten sebelumnya, hingga ke 3.440.